Mencari kehalalan dalam Berbuat

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 25 Maret 2014

gejala-gejala konasi



KATA PENGANTAR

            Puji syukur hanya bagi Allah SWT, yang telah memberikan hidayah dan inayah-Nya bagi kami, melalui ilmu-Nya Yang Maha Luas dan tak terkira sehingga kami bisa sedikit menuliskan setetes dari lautan ilmu-Nya ke dalam makalah sederhana ini. Shalawat serta salam kami tujukan kepada suri tauladan kami, yang telah membawa umat manusia dari zaman jahiliyah (kebodohan) menuju zaman yang berilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan pada saat ini. yakni Nabi Muhammad SAW, beserta seluruh pengikutnya hingga akhir zaman. Semoga kita menjadi umatnya di yaumul akhir nanti. Aamiin.
         
Sebuah buku adalah kontribusi, dan kontribusi merupakan wujud dedikasi dari berbagai pihak. Kami bersyukur pada  akhirnya kontribusi dapat di wujudkan dengan di iringi kesadaran bahwa segala keterbatasan masih mengiringi buku yang masih perlu di teliti. Dan kami berharap bahwa nantinya untuk pembaca agar mengingatkan jika ada kekeliruan dalam penulisan makalah ini, dan kami juga harapkan kepada pembaca agar bisa mengambil inti sari yang berguna seraya melakukannya di kehidupan sehari-hari.
         
Akhirnya, kami berharap buku ini menjadi kontribusi positif yang tak ada hentinya. Tak henti untuk terus di koreksi, tak henti untuk melahirkan berbagai inovasi, dan tak henti untuk memberikan inspirasi kepada orang lain untuk juga memberikan kontribusi yang jauh lebih  baik dari kami. Semoga.

PEKANBARU,     OKTOBER 2013

PENULIS
DAFTAR ISI

Cover .......................................................................................1
Kata pengantar ....................................................................2
Daftar isi................................................................................3
Bab 1
Pendahuluan
latar belakang.....................................................................4
Bab 2
Pembahasan
Gejala konasi ........................................................................6
ü  Motive .............................................................................6
ü  Reflek .............................................................................7
ü  Instink ............................................................................8
ü  Kemauan ........................................................................14
Bab 3
Penutup
Kesimpulan ...........................................................................16
Daftar pustaka ...................................................................17






               BAB  1
pendahuluan
Latar belakang
            Mengenai soal jiwa, sejak dahulu orang sudah memikirkan tentang asal tujuan jiwa, hubungan jiwa dengan jasmani, dan sebagainya. Karena sifatnya yang abstrak, maka kita hanya dapat mengenal gejalanya saja. Jiwa adalah sesuatu yang tidak tampak dan dapat mengetahui jiwa seseorang hanya dengan tingkah lakunya. Pernyataan jiwa itu kita namakan dengan gejala jiwa. Seluruh gejala jiwa dapat digolongkan menjadi tiga: kognisi, konasi dan emosi.

            Istilah cognitive berasal dari kata cognition yang padanan katanya knowing, berarti mengetahui. Dalam arti luas, cognition (kognisi) ialah perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan. Dalam perkembangan selanjutnya, istilah kognitif menjadi populer sebagai salah satu domain atau wilayah/ ranah psikologis manusia yang meliputi setiap peilaku mental yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, dan keyakinan

            Menurut buku psikologi umum, kemauan adalah suatu fungsi hidup kejiwaan manusia, dapat diartikan sebagai aktivitas psikis yang mengandung usaha aktif dan berhubungan dengan pelaksaan suatu tujuan. Tujuan itu sendiri adalah titik akhir dari gerakan yang menuju pada suatu arah.

            Kemauan adalah janji kepada diri sendiri, yang memberikan kekuatan sangat besar. Sebuah kekuatan yang dimiliki setiap manusia, membantunya menjadi seorang pemenang yang mengalahkan ego dan mendorong impiannya menjadi kenyataan.

            Aktivitas konasi atau disebut juga kemauan merupakan salah satu fungsi hidup kejiwaan manusia, dapat diartikan sebagai aktivitas psikis yang usaha aktif dan berhubungan dengan pelaksanaansuatu tujuan. Tujuan adalah titik akhir dari gerakan yang menuju pada suatu arah.

 Pada manusia pada umum kebebasan. Semua kecenderungan nafsunya pada hakekatnya tidak terbatas dan tanpa kekangan. Karena itu manusia harus membatasi diri, harus mengatur dan menguasai diri sendiri supaya tidak tenggelam dalam keliaran arus nafsu. Dengan demikian akan tercipta dunia manusia yang teratur, dalam mana dia dapat membatasi diri sendiri, yaitu secara individual dengan kemauannya dan secara kolektif dengan norma-norma sosial, konvensi hokum. Sebab semua nafsu manusia itu merupakan inti kecenderungan manusiawi yang tidak terbatas sifatnya dan tanpa kekengan sehingga perlu diatur dan dikendalikan oleh kemauan.

            Psikologi berasal dari bahasa yunani psyche yang artinya jiwa, dan logos yang artinya ilmu pengetahuan.jadi pesikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, proses maupun latar belakangnya.
dalam kesempatan yang sangat baik ini kami diberikan tugas untuk mengulas seputar gejala-gejala kehendak (konasi). Yang nantinya akan menjelaskan apa itu gejala kehendak, ciri-ciri, dan keterangan yang ada hubungannya dengan permasalahan yang akan di bahas yaitu mengenai gejala-gejala kehendak atau konasi. Semoga nanti dalam penjelasannya dapat menjadikan, mengetahui dan bermanfaat untuk kita belajar.























               BAB  2
Pembahasan

GEJALA KONASI

Motive
Asal mula timbulnya motive yaitu :
- ada jenis motive yang dibawa sejak lahir. Misal motive makan, minum, berpakaian, dan sebagainya.
- Ada pula motifve yang dinamakan pada seseorang dengan sengaja yang merupakan latihan-latihan / kebiasaan-kebiasaan/ pengalaman hidup. Misal kebersihan kesehatan, kesopanan dan lain sebagainya.
      
Sifat-sifat motive yaitu :
- Motive bersifat tetap (tidak berubah, misal motive untuk bergaul).
- Motive selamanya bersifat subjektif.
       Macam-macam motive yaitu :
- Motive yang bersifat vital yaitu motive yang berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan organis (organic needs), misal bernafas, makan, minum.
- Motive yang bersifat rohaniah yaitu motive yang berhubungan dengan dunia luar (subjective motive and interest), misal berhubungan dengan manusia, dengan lingkungan. Mempertimbangkan Motive-motive
       Di dalam masa persiapan akan terjadi atau timbul bermacam-macam pertimbangan, kesangsian dan macam-macam pertanyaan. Dalam masa ini segala sesuatu dipertimbangkan. Kalau suatu perbuatan dilaksanakan apa untungnya dan apa ruginya, apa baiknya dan apa ruginya.
       Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu :
- Hal-hal diluar dirinya, seperti dapat tidaknya tujuan itu ducapai, faktor apakah yang mungkin membantu atau merintangi.
- Hal-hal yang ada pada dirinya sendiri, seperti kemampuan kecakapan, pengalaman, dan lain-lain.

Refleks
            Reflek adalah gerak reaksi yang tidak disadari terhadap perangsang-perangsang dan berlangsung diluar kemampuan. Macam-macam refleks:
  1. Refleks Bawaan: yakni refleks yang dibawa sejak lahir, disebut pula refleks asli atau refleks sewajarnya. Contohnya: menutup mata karena menentang sinar yang sangat terang, gemetar karena lapar dll.
  2. Refleks Latihan: yakni refleks yang diperoleh dari pengalaman. Reflek ini tidak dibawa sejak lahir, melainkan hasil dari pengalaman-pengalaman yang selalu diulang. Contoh: ketrampilan mengemudikan sepeda motor.
  3. Refleks Bersyarat: reflek ini tidak tergantung pada perangsang alam yang asli tetapi timbul karena rangsang lain yang berasosiasi dengan rangsang alam tersebut. Contoh: orang yang sedang merasa haus, melihat buah asam, air liur terus keluar.
            Pada suatu saat seorang yang sedang haus, tidak melihat buah asam, tetapi hanya mendengar cerita tentang buah asam maka air liurnya keluar. Disini ada proses assosiasi antara kata-kata asam dengan buah asam. Hal ini yang disebut refleks bersarat.
      Refleks adalah gerak-reaksi yang tidak disadari terhadap perangsang.
a. Ciri-ciri refleks :
- pada gerak refleks terdapat hubungan erat antara perangsang dan reaksi, yakni reaksi terhadap perangsang itu.
- gerak refleks berlangsung di luar kesadaran.
- bersifat mekanis (bergerak dengan sendirinya).
- sangat terikat oleh perangsang tertentu.
- tidak berhubungan dengan pusat susunan urat saraf dan bertalian dengan urat saraf.
- gerak refleks merupakan cara bertindak tertentu yang dibawa sejak lahir.
b. Proses terjadinya gerak refleks :
   Perangsang pancaindra – sel-sel syaraf sensoris – urat syaraf motorik –reaksi.
c. Macam-macam refleks :
- Refleks bawaan yakni refleks yang dibawa sejak lahir disebut juga refleks asli atau refleks sewajarnya. Berfungsi menjamin hidupnya makhluk yang baru lahir yang harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dan berguna untuk menghindarkan hal-hal yang tidak menyenangkan, misal : menutup mata karena menentang sinar yang sangat terang, gemetar karena lapar.
- Refleksi latihan yakni refleksi yang diperoleh dari pengalaman. Misal : kecakapan mengendarai sepeda, keterampilan mengemudi.
- Refleks bersyarat (conditioned reflex) yakni refleks yang tidak tergantung pada perangsang alam yang asli, tapi timbul karena rangsang lain yang berasosiasi dengan rangsang alam tersebut. Supaya timbul asosiasi dengan perangsang alam perlu adanya suatu perantara yang disebut syarat. Hal-hal yang dapat menimbulkan assosiasi hingga terjadi suatu refleks disebut syaraf atau kondisi. Misal : orang yang sedang haus, melihat buah asam air liurnya terus keluar.

instink
      Yaitu kemampuan berbuat tertentu yang dibawa sejak lahir yang tertuju pada pemuasan dorongan-dorongan nafsu dan dorongan-dorongan lain.
a. ciri-ciri instink
- lebih majemuk dari pada refleks.
- tidak memerlukan latihan terlebih dulu.
- gerak instink merupakan pembawaan, kemampuan alami yang dibawa sejak lahir.
- berjalan secara mekanis (berjalan dengan sendirinya).
- berakar pada dorongan nafsu.
- gerak instink pada hewan tetap, tidak berubah, sedangkan pada manusia berubah.
b. macam-macam instink
1. dorongan instink mempertahankan diri, meliputi :
- instink makan
- instink bernafsu
- instink bermain
- instink melindungi diri
- instink takut
- instink istirahat





2. dorongan instink mempertahankan jenis, meliputi :
- instink membela diri
- instink sexual
- instink sosial
- instink minta tolong
- instink melindungi
- instink memelihara

3. dorongan instink mengembangkan diri, meliputi :
- instink belajar
- instink menyelidiki
- instink ingin tahu

            Perbedaan antara Instink yang dimiliki binatang dan manusia, binatang semata-mata hidupnya dikuasai oleh dorongan nafsu sedangkan manusia tidak dikuasai nafsu semata, manusia mempunyai kesadaran, daya pikir, perasaan, mempunyai bermacam-macam pertimbangan seperti: baik-buruk, hina-mulia, benar-salah, luhur-rendah dll.
       Automatisme
Automatisme adalah: Gejala-gejala yang menimbulkan gerak-gerak yang terselenggara dengan sendirinya.
Macam-macam Automatisme:
1.        Automatisme Asli: ialah gerak Automatis yang tidak digerakkan oleh gejala hasrat, contoh: gerak jantung, paru-paru dll.
2.        Automatisme Latihan: ialah gerakan-gerakan yang berjalan secara automatis karena seringnya gerakan itu diulang. Contoh berjalan, berbicra, bersepeda dll. 
Kebiasaan
Kebiasaan adalah tingkah laku yang sudah distabilkan, yang mana kebutuhan-kebutuhan tertentu mendapat kepuasan karenanya. Disini reflek biasanya berperan dalam pembentukan kebiasaan, pada akhirnya kebiasaan itu berlangsung secara automatis, namun sewaktu-waktu pikiran dan kesadaran bisa difungsikan untuk memberikn pengarahan baru bagi pembentukan kebiasaan baru.     

Nafsu
Dorongan yang terdapat pada tiap-tiap manusia dan memberi kekuatan bertindak untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup yang tentu.
Macam-macam Nafsu:
Nafsu Individual (perseorangan) misalnya nafsu makan, nafsu bermain, nafsu merusak, nafsu berkuasa dll.
Nafsu Sosial (kemasyarakatan) misalnya: nafsu kawin, nafsu berkumpul dengan orang lain, nafsu mencari ilmu dll.
      Kecenderungan
Kecenderungan Ialah hasrat atau kesiapan reaktif yang tertuju pada objek konkrit, dan selalu muncul berulangkli. Paulhan,seorang psikologi prancis membagi kecenderungan menjadi beberapa golongan:
  1. Kecenderungan Vital (hayat), misalnya lahap, gemar makan (rakus), dll.
  2. Kecenderungan Perseorangan (egoistis), misalnya tamak, kikir, brutal dll.
  3. Kecenderungan Sosial, misalnya persahabatan, kerukunan, bergotong royong dll.
  4. Kecenderungan Abstrak:
  5. Kecenderungan Abstrak Positif, misalnya gemar mengabdi pada tuhan, patuh, bertanggung jawab dll
  6. Kecenderungan Abstrk Negative, misalnya: bohong, munafik, menipu dll.
      Keinginan
            Yaitu nafsu yang telah mempunyai arah tertentu dan tujuan tertentu. Kalau dorongan sudah menuju kearah tujuan yang nyata/kongkret dan tertentu, misalnya disitu akan terjadi dorongan keras dan terarah pada suatu objek tertentu maka nafsu itu disebut keinginan.
Mislnya nafsu untuk makan menimbulkan keinginan untuk makan sesuatu, nafsu kegiatan menimbulkan keinginan untuk mengerjakan sesuatu, dan sebaginya. Lawan dari keinginan adalah keseganan.



2. Hasrat yang berpusat pada psikologi atau perbuatan kemauan
            Kemaun adalah dorongan kehendak yang terarah pada tujuan-tujuan hidup tertentu, dan dikendalikan oleh pertimbangan akal budi. Jadi pada kemauan itu ada kebijaakan akal dan wawasaan, di samping juga ada control dan persetujuan dari pusat kepribadian. Maka kemauan lebih tinggi tingkatannya daripada instink, reflek, automatisme, kebiasaan, nafsu, keinginan, kecerendungan. Cirri-ciri kemauan :
»        Gejala Kemauan merupakan doromgan dari dalam yang khusus dimiliki oleh manusia.
»        Gejala Kemauan berhubungan erat dengan satu tujuan. Kemauan mendorong timbulnya perhatian dan minat, serta merndorong gerak aktifitas kearah tercapainya tujuan.
»        Gejala Kemauan sebagai pendorong timbulnya perbuatan kemauan yang didasarkan atas pertimbangan, baik pertimbangan akal atau pikiran, yang menentukan benar salahnya perbuatan kemauan maupun pertimbangan perasaan yang menentukan baik buruknya atau halus tidaknya perbuatan kemauan.
»        Dalam Kemauan tidak hanya terdapat pertimbangan pikir dan perasaan saja, melainkan seluruh pribadi memberikan pertimbangan, memberikan pengaruh dan memberikan corak pada perbuatan kemauan.
»        Pada perbuatan kemauan bukanlah tindakan yang bersifat kebetulan, melinkan tindakan yang di sengaja dan terarah pada tercapainya suatu tujuan.
»        Kemuan menjadi pemersatu dari semua tingkah laku manusia dan mengkoordinasikan segenap fungsi kejiwaan menjadi bentuk kerjasama yang supel harmonis.
»        Terdapat momen-momen dalam proses munculnya kemauan antara lain
1.        Momen "rangsang-rangsang" atau saat penerimaan pada saat ini individu menerima kesan-kesan dengan melalui proses pengindraan yang kuat, disertai dengan gerakan-gerakan misalnya mengerutkan kening, tangan dikepal-kepalkan, meleletkan lidah dll.
2.   Momen Objektif; pada saat ini individu menyadari akan peristiwa dalam psikisnya, kesadaran yang menimbulkan gambaran ke arah yang akan dituju.
3.    Momen Aktul; pada saat ini individu menyadari benar, bahwa dirinya sedang mengarahkan pikirannya terhadap perbuatan yang akan dilakukan.
4.    Momen Subjektif; pada saat ini individu menyadari benar tentang arah tujuannya, sehingga terbentuk kemauan yang sesungguhnya. Inilah saat individu mengambil keputusan.
            Diantara keputusan-keputusan dan perbuatn terdapat satu waktu, (bisa pendek, dapat pula agak lama) yang disebut sebagai Tendens Determinative. Ini akan menjadi semkin kuat, apabila keputusan menjadi semakin tegas dan jelas dalam pusat kesadaran.
Hal-hal yang mempengaruhi kemuan:
§ Keadaan Fisik: adalah pengaruh yang berhubungan dengan kondisi jasmani, yakni; sanggup tidaknya, kuat tidaknya untuk melaksankan keputusan kemauan.
§ Keadaan materi: yaitu bahan-bahan, syarat-syarat dan alat-alat yang digunakan untuk melaksankn keputusan kemauan.
§ Keadaan Milieu (lingkungan), apakah lingkungan itu sesuai untuk melakukan kemauan itu.
§ Kata Hati adalah pemegang peranan samangat penting dalam melaksankan kemauan, karena keputusan hati dapat mengalahkan pertimbangan-pertimbangan yang lain.
B. Teori-teori Konasi
Terkait dengan tujuan usaha konasi, bila kita menitik beratkan pada aspek wajar, berarti kita bersandar pada teori kehendak biologis. Teori ini lebih kepada fungsi oraganisme, insting, dan nafsu. Mac. Dougall mendefinisikan kehendak sebagai suau kerja sama yang dari dorongan-dorongan (yang diorganisasikan oleh insting) sejenis yang menetukan tingkah laku manusia dan hewan. Insting sebagai suatu disposisi atau keadaan pembawaan yang menentukan organism mengamati suatu objek tertentu sehingga organism itu mengalami suatu ketegangan dan suatu dorongan untuk bereaksi terhadap objek.
Apabila kita meletakkan titik berat pada usaha yang ditetapkan oleh individu, berarti kita memakai teori kehendak psikologi kesadaran. Teori ini mengacu pada fungsi kesadaran dan tujuan (teleologis) individu. James E. Reyce memandang kehendak sebagai kekuatan dari dorongan rasional, yaitu kecenderungan pada obyek yang dikenal oleh akal fikiran. James juga mengatakan bahwa kehendak merupakan kekuatan psikis yang mewujudkan diri dalam perbuatan memilih. Dengan demikian, suatu tindakan yang memiliki nilai keputusan haruslah berdasarkan pada perbuatan memilih (dengan sadar, niat) sebagai perwujudan kehendak atau kemauan.




Dalam proses kemauan mengalami peristiwa-peristiwa atau gejala sebagai berikut :
1.     Adanya suatu motif                                   4.     Adanya suatu keputusan
2.     Adanya suatu usaha                                  5.     Adanya perbuatan berdasarkan kemauan
3.     Adanya saat-saat memilih
C. Contoh masalah konasi
Berusia 1000 tahun, nenek terjun payung 
           Aida Mendes meminta sang cucu untuk mengatur agar dia dapat melakukan terjun payung saat Natal tiba Setelah mendapat izin dari para dokter dan keluarga tercinta, Mendes berencana terjun dari satu pesawat di atas Kota Macapa, kota besar di Negara Bagian Amapa di bagian utara Brazil Penerjunan dari ketinggian 3.000-4.000 meter di atas permukaan tanah mempunyai keinginan yang kuat untuk menciptakan sebuah rekor dunia dalam terjun payung didukung oleh kondisi fisiknya yang masih fitpadahal sudah berusia 100 tahun Kemauan merupakan salah satu fungsihidup kejiwaan manusia, dapat diartikansebagai aktifitas psikis yang mengandungusaha aktif dan berhubungan dengan pelaksanaan suatu tujuan. contoh, orang yang cemas atau takut bepergian dengan naik pesawat terbang, Dengan demikian menimbulkan respon percaya bahwa pilot pesawat terbang adalah orang yang terlatih dan berpengalaman dalam bidangnya, dampaknya maka muncul respon orang bersedia ikut terbang dengan pesawat itu, maka ini yang disebut konasi positif.
Gejala konasi disebut juga kemauan, hasrat manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Sebagai contoh, seorang pelajar yang ingin menduduki peringkat 1 di dalam kelas, dengan dasar kemauan, maka pelajar tersebut akan belajar dengan tekun untuk menduduki peringkat 1 dalam kelas.
            Contoh gangguan kemauan: pasien memiliki kemauan yang lemah (abulia) susah membuat keputusan atau memulai tingkah laku. Pasien susah sekali bangun pagi, mandi, merawat diri sendiri sehingga terlihat kotor, bau dan acak-acakan. Banyak sekali jenis gangguan kemauan ini mulai dari sering mencuri barang yang mempunyai arti simbolis sampai melakukan sesuatu yang bertentangan dengan yang diperintahkan (negativime). Contoh kasus, akankah si A yang jenius, diberikan kesempatan memimpin suatu perusahaan yang besar jika dia tidak dipercayai ? Atau mungkinkah si B yang inovatif didukung jika dia tidak dipercayai ? Atau bisakah si C yang miskin mendapatkan sejumlah dana jika dia tidak dipercayai ? Dari contoh-contoh yang diatas maka akan bisa disimpulkan bahwa seseorang akan berhasil atau tidak, sangatlah ditentukan oleh adanya sifat kemauan untuk mencapai suatu keberhasilan.
Kemauan
            Kemauan merupakan salah satu fungsi hidup kejiwaan manusia, dapat diartikan sebagai aktivitas psikis yang mengandung usaha aktif dan berhubungan dengan pelaksanaan tujuan. Tujuan adalah titik akhir dari gerakan yang menuju pada suatu arah. Adapun tujuan kemauan adalah pelaksanaan suatu tujuan. Konasi, kehendak, hasrat, kemauan yaitu suatu tenaga, suatu kekuatan yang mendorong kita supaya bergerak dan berbuat sesuatu. Ciri-ciri hasrat:
1.        Hasrat merupakan "motor" penggerak perbuatan dan kelakuan manusia.
2.        Hasrat berhubungan erat dengan tujuan tertentu, baik positif atau negative. Positif berarti mencapai barang sesuatu yang dianggap berharga dan berguna baginya. Sedang negative berarti menghindri sesuatu yang tidak mempunyai harga/berguna baginya.
3.        Hasrat selamanya tidak berpisah dari gejala mengenal (kognisi) dan perasaan (emosi). Dengan kata lain : hasrat tidak dapat di pisah-pisahkan dengan pekerjaan jiwa yang lain.
4.        Hasrat diarahkan kepada penyelenggaraan suatu tujuan, maka didalam hasrat terdapat bibit-bibit penjelmaan kegiatan.
A.      Pembagian Gejala Hasrat
Para penulis Pskologi pada umumnya meninjau pada hakikatnya sumber timbulny kemaun dalam 2 katagori. Bagi yang condong pada hakikat fisik melahirkan teori yang bercorak "biologis" sedang para ahli yang condong pada hakekat psikis, melahirkan teori yang bercorak Psikologis.
1. Hasrat yang berpusat pada Biologis/Kejasmanian:
  •       Tropisme               
  •       Reflek                           
  •       Instink        
  •       Otomatisme   
  •       Kebiasaan    
  •       Dorongan nafsu Hasrat       
  •       Kecenderungan
  •       Keinginan

2. Hasrat yang berpusat pada Psikologis/perbuatan kemauan
1.        Hasrat Yang Berpusat Pada Kejasmaniah
Pada gejala kemauan yang berpusat pada indarawi sifatnya ini, unsur pertimbangan akal hampir-hampir tidak ada, atau justru tidak ada sama sekali. Peritiwa-peristiwa ini tampak dalam hidup tumbuh-tumbuhan, hewan, maupun manusia. Dengan mana, bahwa dalam semua gejala itu terdapat tenaga desakan dari dalam yang mengarah keluar. Gejala yang berpusat pada kejasmaniah antara lain:
  • Tropisme: adalah peristiwa yang menyebabkan timbulnya gerak kearah tertentu. Gejala tropisme ini nampak dalam hidup vegetatip dan animal. Tropisme terjadi kalau terdapat perangsang dari luar semata-semata, jadi tidak ada pendorong dari dalam untuk tujuan tertentu. Karena adanya jenis berbeda maka tropime dibedakan menjadi:
  • Foto-Tropisme (fotos: cahaya)Yaitu tropisme yang timbul karena ada perangsang cahaya menurut arah geraknya, foto tropisme dapat dibedakan atas:
  • foto tropisme positif, yaitu gerak mengarah cahaya. Misalnya tumbuh-tumbuhan mengarah kepada matahari, laron menyongsong sinar dll.
  • foto tropisme negative, yaitu bergerak menghindari perangsang cahaya. Misalnya jenis ikan tertentu yang selalu menjauhi sinar.
  • Helio Troipsme (helios: matahari)
  • Helio Tropime positif, bergerak mengarah matahari. Contoh: bunga matahari.
  • Helio Tropisme Negative, bergerak menghindari matahari. Contoh: kelelawar.
       

















               BAB  3
Penutup

Kesimpulan       
            Dalam istilah sehari-hari, kemauan dapat disamakan dengan kehendak atau hasrat. Kehendak ialah suatu fungsi jiwa untuk dapat mencapai sesuatu. Kehendak ini merupakan kekuatan dari dalam. Dan tampak dari luar sebagai gerak gerik. Dalam fungsinya kehendak ini berhubungan dengan pikiran dan perasaan.
Setiap orang punya impian yang memberikannya rasa bahagia. Untuk dapat mewujudkan mimpi, tentu perlu upaya keras yang juga didorong oleh kemauan.
Demikianlah beberapa uraian tentang Gejala-gejala kehendak (konasi). Semoga uraian diatas bermanfat bagi penulis khususnya dan umumnya bagi semua pembaca dan bagi para pendengar. Akan tetapi tentunya dalam penulisan masih banyak kekurangan baik dari referensi, tatanan, maupun isinya, oleh karena itu saran dan kritik senantiasa kami harapkan.










DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu, dan Umar, M. Pesikologi Umum (edisi Revisi) : Surabaya. PT Bina Ilmu .
Shalahudin Mahfudz, Drs., Pengantar Psikologi Umum, Surabaya "Sinar Wijaya" 1986
Abu Ahmadi, Drs., Psikologi Umum, 1982, Surabaya "PT Bina Ilmu".