Mencari kehalalan dalam Berbuat

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Senin, 10 Maret 2014

Fakta Besar Di Balik Kecilnya Nyamuk



Inilah Fakta Besar Di Balik Kecilnya Nyamuk

Apa yang tergambar di benak Anda ketika mendengar kata “nyamuk”? mungkin jawabannya berbeda-beda. Namun, semua jawaban tampaknya mempunyai makna yang hampir mirip satu sama lain; nyamuk adalah binatang lemah yang bertubuh kecil, bisa terbang dan sekali “tepok” langsung mati.

Namun demikian, kehadirannya selalu membuat orang jadi jengkel, berbagai macam cara dilakukan agar tidak bertemu dengan binatang tersebut.

Ternyata tidak hanya itu, binatang yang satu ini memiliki beberapa fakta yang teramat mengejutkan sekaligus menakutkan, di antaranya:

~ Memiliki 100 mata di kepalanya.
~ Memiliki 48 gigi di mulutnya.
~ Mempunyai 3 jantung di perutnya lengkap dengan bagian-bagianny­a.
~ Memiliki 6 pisau di belalainya dan masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda
~ Memiliki 3 sayap pada setiap sisinya.
~ Dia dilengkapi dengan alat pendeteksi panas yang bekerja seperti infra merah yang berfungsi memantulkan warna kulit manusia pada kegelapan menjadi warna ungu hingga bisa dilihat olehnya.
~ Dilengkapi dengan alat pembius yang membantu dari bahaya jarumnya, agar manusia tidak merasakannya. Adapun yang kita rasa seperti gigitan adalah hasil dari hisapan darah kita.
~ Dilengkapi dengan alat penyeleksi darah, hingga dia tidak menyedot sembarang darah.
~ Dilengkapi dengan alat untuk mengalirkan darah hingga darah bisa mengalir lewat belalainya yang sangat lembut dan kecil.
~ Dan yang lebih mengherankan lagi dari semua ini adalah bahwa ilmu pengetahuan modern telah mengungkap fakta bahwa di atas punggung nyamuk terdapat banyak serangga yang sangat kecil, yang tidak nampak kecuali dengan alat pembesar (mikroskop).

Jika kita lihat fakta sejarah tentang nyamuk, maka kengerian kita akan semakin bertambah. Seperti yang terjadi di zaman Nabi Ibrahim a.s, bagaimana Raja Namrudz yang mengaku Tuhan tak berdaya melawan keganasan seekor nyamuk yang berhasil masuk ke dalam kepalanya melalui lubang telinga lalu memakan sebagian besar isi otaknya hidup-hidup. Nyamuk juga telah mengalahkan banyak raja-raja besar Romawi di zaman Alexander the Great, begitu juga yang terjadi pada zaman perang dunia 1 bagaimana prajurit inggris yang mati digigit nyamuk lebih banyak ketimbang prajurit yang mati tertembak peluru musuh, hingga kejadian-kejadi­an yang bisa kita saksikan saat ini yaitu bagaimana penyakit malaria dan wabah demam berdarah menjadi mesin pembunuh terbanyak sepanjang abad.

Benarlah apa yang dikatakan Allah dalam surat Al-Baqarah ayat: 26, yang artinya:

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan Ini untuk perumpamaan?.” dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.”

Maha Benar Allah SWT dengan segala firmanNya.