Mencari kehalalan dalam Berbuat

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 25 Maret 2014

makalah pengorganisasian




 
DAFTAR ISI
Cover..............................................................................................................1
Kata pengantar...............................................................................................2
Daftar isi.........................................................................................................3
Latar belakang pengorganisasian..................................................................4
BAB 1
Perkenalan dengan kosep manajemen....................................................5
Pengertian manajemen didalam organisasi.............................................5
BAB 2
Desain dan struktur organisasi.......................................................................7
BAB 3
Kekuasaan, wewenang, dan tanggung jawab..............................................8
Kekuasaan...........................................................................................8
Wewenang.........................................................................................10
Tanggung jawab.................................................................................11
Pendelegasian wewenang..................................................................11
BAB 4
Pengaturan Sumber Daya Manusia.............................................................12
Perencanaa SDM...............................................................................13
Penyediaan SDM................................................................................13
Pengembangan SDM..........................................................................14
Pemeliharaan tenaga kerja................................................................14
Pemanfaatan SDM.............................................................................14
Ringkasan......................................................................................................15
Penutup.........................................................................................................16
Daftar Pustaka..............................................................................................17



Latar belakang pengorganisasian
Menurut penulis Organisasi merupakan susunan yang terpenting di dalam kelembagaan baik secara formal maupun non formal. Sebagai contoh organisasi disekolah, negara, perusahaan, maupun diri pribadi. Karna organisasi adalah hal yang terpenting didalam mewujudkan suatu keinginan dan tujuan tertentu. Didalam organisasi terdapat strategi, strategi adalah rencana yang menyeluruh dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Bagi perusahaan strategi diperlukan tidak hanya untuk memperoleh tropik tetapi juga untuk mempertahankan kelangsungan perusahaan dimasa yang akan mendatang. Namun, agar lebih jelas secara efisien dan efektif di sub-sub ini akan diterangkan bagaimana pengorganisasian berjalan dengan lancar.

Makalah ini menerangkan secara umum pengertian manajemen dan pengorganisasian dalam kegiatan bisnis. Hal-hal yang terkait dengan manajemen dan pengorganisasian di terangkan secara umum dalam makalah ini.
Organisasi dapat di artikan sebagai sekumpulan orang-orang atau kelompok yang menjalankan rangkaian kegiatan tertentu dalam rangka mencapai tujuan. Agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan efesien,  maka manajemen di perlukan.
Setelah mengkaji makalah ini secara menyeluruh, di harapkan kepada para pembaca mampu memahami hal-hal sebagi berikut :

v  Mengetahui konsep dasar manajemen, dan mengapa manajemen di perlukan dalam sebuah organisasi
v  Mengetahui tentang definisi pengorganisasian didalam dasar-dasar manajemen.
v  Mengetahui konsep pengorganisasian secara fungsional yang mencakup kegiatan perancangan,kekuasaan,wewenang dan tanggung jawab.
v  Mengetahui daerah wewenang manajemen.
v  Mengetahui proses manajemen sumber daya manusia melalui perencanaan,penyediaan,pengembangan dan pemeliharaan tenaga kerja serta pemanfaatan sumber daya manusia.
               BAB  1
            PERKENALAN DENGAN KONSEP MANAJEMEN
Pengertian manajemen didalam sebuah organisasi
             Kata “ manajemen” tampaknya sudah begitu sering kita dengar . manajemen berkaitan dengan konsep organisasi. dan organisasi adalah  sekelompok orang yang bekerja sama dalam struktur dan koordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu.  Atau menurut Griffin (2002), organisasi adalah “a group of people working together in a struktured and coordinated fashion to achieve a set of goals”. Dan penulis mendefinisikan organisasi sebagai sekumpulan orang atau kelompok yang memiliki tujuan tertentu dan berupaya untuk mewujudkan tujuannya tersebut melalui kerja sama .
            Mengapa manajemen diperlukan ? Agar tujuan dari organisasi dapat dicapai secara efesien dan secara efektif.  Apa yang dimaksud dengan efesien dan efektif ? Efesien menurut Peter F.Drucar adalah “mengerjakan pekerjaan dengan benar” (doing things right). Dan efektif  menurutnya adalah “mengerjakan pekerjaan yang benar” (doing the right things). Apa yang dimaksud dengan mengerjakan sesuatu yang benar dan tepat dan mengerjakan sesuatu dengan tepat dan benar ?
            Dalam kegiatan bisnis , terakadang kita melakukan pekerjaan yang tidak efektif bahkan juga tidak efesien . sebagai contoh, misalnya kita adalah seorang pebisnis telepon seluler . Kita mengetahui (mengansumsikan) bahwa didaerah A masyarakatnya tidak begitu memerlukan seluler. Selain karena budaya masyarakatnya cenderung menutup diri dari lingkungan luar, juga di karenakan prioritas kebutuhan hidup mereka adalah untuk kebutuhan seperti sandang, pangan, dan papan. Imformasi lain yang bisa kita peroleh ternyata sinyal di daerah A kurang bagus, sehingga sekiranya  kita menggunakan telepon seluler di sana, maka sinyalnya tidak akan tertangkap jelas. Dari contoh ini< kita akanmengerjakan pekerjaan yang tidak efektif (tidak tepat) sekiranya kita memaksakan diri menjual produk telepon seluler ke masyarakat A.
Mengapa ?
            Karena kita sudah dapat prediksikan dari awal bahwa masyarakatnya tidak begitu tertarik dan membutuhkan telepon seluler, di samping prioritas kebutuhan  mereka yang berbeda. Kita tidak semangkin efektif  sekaligus tidak efesien ketika memaksakan diri untuk menjual produk telepon seluler tersebut ke daerah A dengan alasan sinyal yang lemah dapat di perkuat dengan mendirikan pemancar didaerah A. Sinyal yang lemah bukan merupakan alasan yang tepat mengapa masyarakat A cenderung tidak nggunakan telepo seluler (paling tidak untuk jangka pendek). Sehingga, jika pun didirikan pemancar di sana, maka hanya akan memboroskanbiaya dari kegiatan bisnis yang kita lakukan. Biaya semakin besar (tidak efesien) untuk keputusan bisnis yang tidak tepat (tidak efektif).
 Manajemen di perlukan sebagai upaya agar kegiatan bisnis dapat berjalan secara efektif dan efesien. Agar manajemen yang di lakukan mengarah kepada kegiatan bisnis secara efektif dan efesien, maka manajemen perlu dijelaskan berdasrkkan fungsi-fungsinya atau di kenal sebagai fungsi-fungsi manajemen ( managerial function ). Fungsi-fungsi tersebut sebagaimana dikemukakan dalam definisi  dimuka mencakup fungsi perencanaan,  fungsi pengorganisasian, fungsi pengimplementasian, serta fungsi pengendalian dan pengawasan. Lebih lanjut mengeai fungsi-fungsi manajemen dalam pengorganisasian dijelaskan dalam bagian berikut ini.
Kegiatan-kegiatan dalam fungsi manajemen di dalam pengorganisasian (Organizing)
Ø  Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan dan menetapkan prosedur yang di perlukan
Ø  Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggung jawab
Ø  Kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja
Ø  Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat
           
Bagian terakhir di atas membawa kita kepada peran dari manajemen. Manajemen secara pengertian, sebagaimana di kemukakan oleh Mary Parker Follet (1997). Adalah seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain. Management is the art of getting things done through people.

               BAB  2
Desain & Struktur Organisasi
            Dalam proses pengorganisasian, manajer mengalokasikan keseluruhan sumber daya organisasi dengan rencana yang telah di buat berdasarkan suatu kerangka  kerja organisasi tertentu. Kerangka kerja organisasi tersebut disebut sebagai desain organisasi (Organizational design). Bentuk spespesifik dari kerangka kerja organisasi dinamakan dengan stuktur organisasi (organizational structure). Struktur organisasi pada dasarnya merupakn desain organisasi di mana manajer melakukan alokasi sumber daya organisasi, terutama yang terkait dengan pembagiankerja dan sumber daya yang di miliki organisasi, serta bagaimanakeseluruhan kerjatersebut dapat di koordinasikandan di komunikasikan. Jika dalam fungsi perencanaan, tujuan dan rencana di tetapkan, maka dalam pengorganisasian rencana tersebutdi turunkan dalam dalam sebuah pembagiankerja tertentu dalam sebuah struktur organisasi di mana didalamnya terdapat kejelasan bagaimana rencanaorganisasi akan di laksanakan, dikoorganisasikan, dan dikomunikasikan secara ilustratif, struktur organisasi bisa di gambarkan sebagai bagan organisasi (organizational chart).
DIRECTUR




MANAJER KEUANGAN
MANAJER PRODUKSI
MANAJER PEMASARAN
MANAJER SDM
BAGIAN PENJUALAN
BAGIAN PROMOSI
 







Contoh bagan organisasi sebuah organisasi bisnis
              

                BAB 3
KEKUASAAN, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB
Kekuasaan (power)
Kekuasaan sering kali dikonotasikan negatif jika dikaitkan dengan isu politik padahal dalam pengertian yang paling sederhan, kekuasaan (power) berarti suatu kemampuan untuk mempengaruhi orang atau merubah orang atau situasi. Jika perubahan pada orang atau situasi adalah perubahan yang baik, tentunya power tersebut memberikan konotasi yang positif bahkan sangat diperlukan. Konotasi negatif dari kekuasaan sering kali muncul dikarenakan terdapat berbagai kasus dimana seseorang atau sebuah organisasi yang diberi kekuasaan tidak menggunakannya untuk hal yang positif
Kekuasaan sesungguhnya merupakan konsekuensi logis yang muncul dari setiap organisasi yang didalamnya terdapat pimpinan dan bawahan, atau manajemen puncak dan manajemen tingkat bawah. Karena organisasi merupakan kumpulan orang dalam pencapaian tujuan, maka organisasi ditujukan untuk mengubah situasi melalui orang-orang agar perubahan terjadi. Agar perubahan ini dapat terjadi, maka kekuasaan diperlukan.

Faktor yang mendasari adanya kekuasaan
            Menurut French dan Raven, sebagaimana di kutip oleeh Stoner, Freeman dan Gilbert (1995), terdapat lima faktor yang mendasari lahirnya sebuah kekuasaan (Sources of power). Kelima faktor tersebut adalah Reward power, coircive power, Legitimate power, Expert power, dan Referent power.
Reward Power
            Reward power atau kekuasaan untuk memberikan penghargaan adalah kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari seseorang yang posisinya memungkinkan dirinya untuk memberikan penghargaan terhadap orang-orang yang berada di bawahnya.
Coircive power
Coircive power atau kekuasaan untuk memberikan hukuman adalah kebalikan atau sisi negatif dari reward power. Kekuasaan ini merupakan kekuasaan seseorang untuk memberikan hukuman atas kinerja yang buruk yang di tunjukkan oleh SDM atau tenaga kerja dalam sebuah organisasi. Setiap pimpinan pada dasarnya memiliki  reward sekaligus coercive power ini.
Legitimate power
            Legitimate power atau kekuasaan yang sah adalah kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari suatu legitimasi tertentu. Misalnya, seseorang yang di angkat menjadi pemimpin, secara otomatis dia memiliki semacam kekuasaan yang sah atau terlegitimasi. Demikian pula sesorang yang diangkat menjadi manajer, direktur, heararki pipinan lainnya.
Expert Power
            Expert power atau kekuasaan yang berdasarkan keahlian atau kepakaran adalah kekuasaan yang muncul sebagai akibat dari kepakaran atau keahlian yang di miliki oleh seseorang.
Referent Power
            Referent power adalah kekuasaan yang muncul akibat adanya karakteristik yang di harapkan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap seseorang yang memiliki pengaruh terhadap seseorang atau sekelompok orang tersebut.
            Pada umumnya kekuasaan tersebut lebih di sebabkan karena legitimasi tertentu yang di tentukan oleh mekanisme dalam organisasi. Kekuasaan tersebut meliputi kekuasaan untuk memerintah, mengoreksi, ataupin mengkoordinasikan bagian yang berada di bawahnya, namun di karenakan kekuasaan pengertianya sangat luat dan lebih banyak di gunakan dalam istilah politik, maka dalam organisasi, istilah kekuasaan cenderung jarang di pergunakan. Sebagai gantinya istilah kewenangan atau authority lebih sering di gunakan.
Kewenangan (authority)
            Kewenangan atau authority  pada dasarnya merupakan bentuk lain  dari kekuasaan yang sering kali dipergunakan dalam sebuah organisasi. Kewenagan merupakan kekuasaan formal atau terlegitimasi. Dalam sebuah organisasi, seseorang yang di tunjuk atau di pilih untuk  memimpin suatu organisasi, bagian, atau departemen memiliki kewenangan atau kekuasaan yang terlegitimasi. Seseorang yang di tunjuk untuk menjadi manajer personalia dengan sendirinya terlegitimasiuntuk memilki kewenangan dalam mengatur berbagai hal yang terkaitdengan sumber daya manusiaatau orang-orang yang terdapat dalam organisasi.
Dua pandangan mengenai kewenangan formal
1.      Pandangan klasik
Pandangan klasik mengenaikewengana formal menerangkan bahwa kewenangan pada dasarnyaterlahir sebagai akibat adanya kewenangan yang lebih tinggidari kewenangan yang di berikan.
2.      Pandangan berdasarkan penerimaan
Pandangan kedua cenderungberbeda dengan pandangan yang pertama. Tidak setiap kewenangan yang bersifat top-down serta-mertaakan di jalankanoleh bawahan. Pandangan yang berdasarkan penerimaan (accaptance view) memandang bahwa kewenangan formal akan cenderung dijalankan atau diterima oleh bawahan tergantung dari beberapa persyaratan. Persyaratn tersebut sebagaimana dikemukakan oleh chester Bernard terdiri dari empat hal, yaitu :
a.       Bawahan dapat memahami apa yang di inginkan atau dikomunikasikan oleh pimpinan atau atasan
b.      Pada saat bawahan memutuskan untuk menjalankan apa yang di perintahkan konsisten dengan rencana pencapaian tujuan organisasi
c.       Pada saat  bawahan memutuskan untuk menjalankan apa yang di perintahkan oleh atasannya, dia meyakini bahwa apa yang di perintahkan konsisten mendukung nilai, misi, maupun motif pribadi atau kelompoknya
d.      Sang bawahan mampu secara mental maupun fisik internal dan external yang dihadapi oleh organisasi
Beberapa jenis kewenangan dalam organisasi
Kewenangan lini
Kewenangan lini atau line authority adalah mereka yang dalam organisasi bertanggung  jawab terhadap  berbagai kegiatan dalam rangka pencapai tujuan organisasi.
Kewenangan staf
Kewenagan staf atau staff authority adalah mereka yang ditunjuk oleh organisasi untuk membantu bagian-bagian dalam sebuah organisasi yang memiliki kewenangan lini.
Kewenangan fungsional
Kewenangan fungsional atau  functional authority adalah mereka yang berada dalam bagian tertentu diorganisasi, memiliki kewengan lini maupun staf, namun juga dikarenakan tugasnya di beri kewenangan untuk melakukan kontrol atau koordinasi dengan bagian lainnya. Sebagai contoh, bagian keuangan sekalipun hanya bertanggung jawab di bagian percatatan berbagai transaksi, namun juga memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan dan pengontrolan terhadap bagian lainnya yang terkait dengan tugasnya di bagian keuangan.
TANGGUNG JAWAB ( RESPONSIBILITY)
             Setiap bagian atau departemen yang telah dibentuk atau ditentukan serta dihubungkan melalui garis-garis kewenangan maupun garis perintah memiliki satu konsekuensi penting lainnya dalam sebuah organisasi, yaitu apa yang dinamakan sebagai tanggung jawab. Mereka yang diposisikan dalam suatu bagian atau departemen tertentu tidak hanya di berikan kewenangan, namun juga tanggung jawab. Jika kewenangan merupakan kekuasaan untuk melakukan sesuatu, tanggung jawab justru memberikan arah untuk apa dan kemana semestinya kekuasaan itu di pergunakan. Dengan kata lain, tanggung jawab mengingatkanorang-orang untuk tidak hanya mempergunakan kewenangan yang dimilikinya, tetapi juga melaporkan apa saja yang telah di lakukan sehubungan dengan dengan kewenangan yang telah diberikan padanya. Apakah kewenangan yang telah diberikan. Misalnya, telah mendukung pencapaian tujuan organisasi atau sebaliknya.
TANGGUNG JAWAB ((RESPONSIBILITY)
Adalah  keharusan  untuk   melakukan   semua   tugas-tugas   (kewajiban)  yang dibebankan  kepada  seseorang, sebagai akibat dari wewenang yang diterimanya atau dimilikinya

Tanggung   jawab  adalah  kewajiban  untuk  melakukan   sesuatu   yang  timbul karena seseorang telah menerima wewenang.

Istilah    yang   hampir   sama   dengan   responsibility    adalah   Accountability (Pertanggungjawaban).

Wewenang dan tanggung jawab harus seimbang

PENDELEGASIAN WEWENANG (DELEGATION OF AUTHORITY)

          Adalah memberikan sebahagian pekerjaan atau wewenang oleh delegator (atasan)  kepada  delegate  (bawahan),  untuk  dikerjakan  atas  nama  delegator.

Catatan :
Wewenang   dapat   didelegasikan,   sedangkan   tanggung   jawab   tidak   dapat didelegasikan.
               BAB  4
PENGATURAN  SUMBER  DAYA  MANUSIA
            Setelah  bab sebelumnya menerangkan tentang  konsep dasar fungsi pengorganisasian dimana struktur organisasi dibentuk, dan pekerjaan didesain maka langkah terakhir dalam fungsi pengorganisasian adalah  penempatan sumber daya manusia kedalam setiap bagian yang telah ditentukan dalam organisasi. Kegiatan ini sering kali dinamakan sebagai staffing.
            Manajemen sumber daya manusia bisa didefinisikan sebagai prosesserta upaya untuk merekrut, mengembangkan, memotifasi, serta mengevaluasi keseluruhan sumber daya manusia yang diperlukan peerusahaan dalam pencapaian tujuannya. Pengertian ini mencakup dari mulai memilih siapa saja yang memiliki kualifikasi dan pantas untuk menempati posisi  dalam perusahaan ( the man on the right place ) seperti yang disyaratkan perusahaan  hingga bagaimanaagar kualifikasi ini dapat di pertahankan bahkan ditingkatkan serta dikembangkan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu manajemen sumber daya manusia ini merupakn proses yang berkelanjutan, sejalan dengan prose soperasionalisasi perusahaan, maka perhatian terhadap sumber daya manusia ini memiliki tempat yang khuss dalam organisasi perusahaan.
            Secara garis besar proses manajemen sumber daya manusia di bagi kedalamlima bagianutama yang terdiri dari :
1.      Human resource planning. Merencanakan kebutuhan dan pemanfaatan sumber daya manusia bagi perusahaan
2.      Personel procurement. Mencari dan mendapatkan sumber daya manusia termasuk didalamnya rekrutmen, seleksi dan penempatan serta kontrak tenaga kerja
3.      Personel development. Mengembangkan sumber daya manusia, termasuk didalamnya program orientasi tenaga kerja, pendidikan , dan pelatihan
4.      Personel maintenance. Memelihara sumber daya manusia, termasuk didalamnya pemberian penghargaan, insentif, jaminan kesehatan dan keselamatan tenaga kerja, dan lain sebagainya.
5.      Personel utilization. Memanfaatkan dan mengoptimalkan sumber daya manusia, termasuk didalamnya promosi, demosi, transfer dan juga separasi

Perencanaan sumber daya manusia
            Perencanaan sumber daya manusia adalah perancangan strategis untuk mendapatkan dan memelihara kualifikasi sumber daya manusia yang diperlukan bagi organisasi prusahaan dalam mencapai stujuan perusahaan . Sekalipun misalnya sebuah perusahaan telah memiliki sumber daya manusia yang memadai dan handal , namun prusahaan juga perlu memastikan akan keterpeliharaan dan ketersediaannya di masa yang akan datang . Kasus – kasus seperti halnya “pembajakan tenaga kerja”, larinya tenaga kerja keperusahaan lain , dan lain sebagainya merupakan salah satu indikasi perlunya sebuah perencanaan di persiapkan sebaik baiknya.
            Ada beberapa mengapa manajemen sumber daya manusia ditempatkan pada bagian fungsi pengorganisasian . Alasan pertama , kegiatan –kegiatan yang dilaksanakan dalam manajemen sumber daya manusia terkait erat dengan kegiatan pengalokasian sumber daya yang dimiliki organisasi . Alasan kedua, fungsi pengarahan dan pelaksanaan hanya akan dapat dijalankan jika alokasi sumber daya manusia telah dilakukan dalam fungsi pengorganisasian . Alasan ketiga, sekalipun kegiatan memotivasi, mengarahkan (yang juga merupakn bagian lain dari manajemen sumber daya manusia) termasuk kedalam fungsi pengarahan (leading). Namun demikian kunci pokok pertama sebelum sumbar daya manusia diarahkan dan dimotivasi adalah ketika sumber daya manusia ditentukan dan ditempatkan dimana kegiatan menentukan dan menempatkan lebih cenderung berada didalam fungsi pengorganisasian . Alasan terkhir, dikarenakan ilmu sosial khususnya ilmu manajemen tidak dapat dipisahkan ssatu sama lainnya  dan saling berkaitan , maka penulis berpendapat  tidak terlalu menjadi masalah sekiranya manajemen sumber daya manusia ini ditempatkan dibagian fungsi pengorganisasian maupun dibagian fungsi pengarahan.
Penyediaan sumber daya manusia
            Ketersediaan sumber daya manusia menurut kualifikasi tertentu meerupakan konsekuensi dan implikasi dan adanya perenanaan sumber daya manusia sebagaimana di jelaskan pada bagian sebelumnya. Setelah perencanaan sumber daya manusia di buat, maka langkah selanjutnya dalam pelaksanaannya adalah penyediaan sumber daya manusia atau penyediaan tenaga kerja. Rekrutmen adalah upaya proses untuk mendapatkan tenaga kerja yang diperlukan sesuai dengan kualifikasi yang telah ditetapkan dalam perancanaan tenaga kerja.
Pengembangan sumber daya manusia
             Pengembangan sumber daya manusia merupakan langkah kelanjutan dari proses penyediaan tenaga kerja yang pada dasarnyabertujuan untuk memastikan dan memelihara tenaga kerja yang tersedia tetap memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan sehingga selaras dengan perencanaan strategis perusahhan serta tujuan perusahaan dapat tercapai sebagaimana yang direncanakan.
Pemeliharaan tenaga kerja
            Jika tenaga kerja telah dipilih dari sumber yang terbaik, kemudian diberikan program yang terbaik, maka perusahaan dapat berharap bahwa tenaga kerja yang telah di pilihnya akan memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan.
Perusahaan perlu memahami bahwa tenaga kerja memiliki motif yang berbeda-beda, oleh karena itu pemenuhan terhadap motif tenaga kerja adalah termasuk yang harus di lakukan perusahaan yang harus dilakukan selain perusahaan menuntut tenaga kerja tersebut untuk menunjukkan kinerja terbaik bagi perusahaan. Perusahaan perlu mengagendakan program pemeliharaan yang selain memberikan penghargaan yang sesuai dengan apa yang telah ditunjukkan oleh tenaga kerjanya, juga mampu untuk jangka panjang. Secara garis besar, bentuk pemeliharaan yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah  berupa program pemberian kompensasi dan benefit. Pemberian kompensasi adalah penghargaan yang diberikan perusahaan sebagi balasan atas prestasi kerja yang diberikan  oleh tenaga kerja. Benefit adalah penghargaan selain kompensasi yang diprogramkan bagi tenaga kerja dengan tujuan agar kebutuhan tenaga kerja tetap dapat terpelihara sehingga tenaga kerja dapat tetap memberikan kinerja yang terbaik bagi perusahaan.
Pemanfaatan sumber daya manusia
             Langkah terakhir dari proses manajemen sumber daya manusia adalah pemanfaatan tenaga kerja. Langkah ini pada dasarnya upaya untuk memelihara tenaga kerja agar senantiasa sejalan dengan perancangan strategis perusahaan. Produktifitas, efektifitas, dan efesiensi merupakan kata kunci yang senantiasa diharapkan dapat diperlihatkan oleh tenaga kerja. Diantara program tersebut adalah promosi, demosi, transfer, ataupun separasi. Promosi adalah proses pemindahan tenaga kerja ke posisi yang lebih tinggi secara struktural dalam organisasi perusahaan. Demosi adalah penurunan tenaga kerja kepada bagian tenaga kerja yang lebih rendah yang biasanya disebabkan karena adanya penurunan kualitas tenaga kerja dalam pekerjaannya. Transfer adalah upaya perusahaan untuk melakukan pemindahan tenaga kerja ke bagian yang lain, yang diharapkan tenaga kerja tersebut bisa lebih produktif setelah mengalami proses transfer. Dan terakhir adalah separasi. Separasi merupakan upaya


RINGKASAN
ü  Setiap organisasi bisnis akan berhadapan dengan lingkungan di mana setiap kegiatan di jalankan
ü  Lingkungan organisasidapat berupa lingkungan internal maupun lingkungan external mikro dan external makro
ü  Limgkungan internal terdiri dari para pekerja, tim manajemen, lingkungan kerja fisik, dan termasuk para pemilik perusahaan
ü  Lingkungan external makro terdiri dari regulator, pemerintah, masyarakat umum, hingga lingkungan internasional yang dihadapi perusahaan
ü  Budaya organisasi pada dasarnya merupakan nilai dan norma yang di yakini oleh sebuah organisasi dalam mencapai tujuannya. Karena budaya organisasi dpat menentukan pencapaian tujuan organisasi, maka manajemen perlu memahami dengan benar budaya organisasi yang dianut oleh para anggotanya dan bagaimana diarahkan guna pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efesien

 



















PENUTUP
          Didalam makalah sederhana ini penulis berharap bahwa nantinya bagi pembaca agar mengerti dan paham didalam pengorganisasian, dan bisa menenmpatkan pengorganisasian didalam bidang-bidang tertentu, selain dari pada itu pengorganisasian sangat dan sangat di perlukan didalam manajemen, baik diperusahaan, negara, sekolah maupun diri sendiri. Mengapa demikian, di karenakan pengorganisasian dibutuhkan dalam suatu tujuan yang ingin dituju. Dan didalam pengorganisasian terdapat hal-hal penting, sebagai contoh adalah kekuasaan, wewenang, tanggung jawab, struktur organisasi, dan sumber daya manusia / tenaga kerja.
          Dan semoga makalah yang sederhana dapat memotivasi, bagaimana cara mengorganisasi manajemen secara efektif dan seefesien mungkin. Serta penulis sangat membutuhkan kritikan / saran yang mungkin  nantinya bisa di evaluasi kembali.












DAFTAR PUSTAKA
Pengantar manajemen, Ernie Tistawati Sule dan Kurniawan Soleh, Edisi Pertama, Kencana, 2005.
Pengantar bisnis,  Sadono Sukirno, et.al, Edisi pertama, Kencana, 2004.
Prilaku organisasi, P. Robbins Stephen, Edisi kesepuluh, Indeks, 2006.
Busness Essentials, Ronald J. Ebert and Ricky W.Griffin, 3nd International Edition, Prentice Hall, 2000.